ENERGI DOA
Doa adalah senjata orang beriman. Orang tanpa iman tentu menyangsikan kata-kata ini. Tahukah anda bahwa kata-kata ini berasal dari Rasulullah? Bila anda beriman, seberapa yakin anda terhadap kata-kata ini?
Biasanya doa dipanjatkan ketika kita menemui masalah. Memang hidup ini pasti bermasalah. Satu masalah sudah selesai, akan timbul masalah lain, dan itu pasti. Kalau dalam bahasa positive thinking, hidup itu dinamis dan tidak statis. Namun bila kita bahasakan dengan negative thinking, hidup itu pasti penuh masalah. Bila tidak siap menemui masalah maka tidak usah hidup. Berani hidup berarti berani menemui masalah.
ALLAH menciptakan kita dengan kemelekatan masalah. Tanpa masalah, kita tidak akan dekat dengan ALLAH. Semakin kita dibanting dengan masalah, semakin kita dekat kita dengan ALLAH. Oleh karenanya, mintalah kepada ALLAH agar diberikan masalah yang terbaik, bukan bebas dari masalah.
Orang yang tidak percaya TUHAN pun bila mengahadapi kondisi yang sangat terdesak sekali, pasti hati sanubarinya mengatakan: wahai TUHAN! Namun biasanya setelah terselamatkan kembali menjadikan hawa nafsunya dan egonya sebagai tuhan itu sendir. Dasar manusia!!!
Semakin banyak sering kita berdoa, semakin dekat kita dengan ALLAH. Sejarang-jarangnya kita berdoa, pasti hati terkecil kita merasa kangen untuk bermunajat kepada ALLAH.
Harapan untuk dikabulkannya doa secepat kilat tentu menjadi sebuah harapan fatamorgana. Pastinya ALLAH akan mengabulkan doa kita dengan caraNYA dan bukan dengan cara kita. Bahasa estetikanya mengatakan: AKAN INDAH PADA WAKTUNYA.
Bagi segelintir orang, doa itu bagian dari kenikmatan hati.
Apakah kita sudah merasakan nikmat berdoa?
Komentar
Posting Komentar